Pasuruan , tribunus -Antara.com - Proyek pemukiman kumuh
yang berada di Lingkungan Jagalan, Kelurahan Kadang Sapi , Kecamatan Panggungrejo,
Kota Pasuruan, didapati sangat buruk pengerjaannya. Hal tersebut ditemukan saat
wartawan mendapatkan inforasi dari warga
setempat. Bahwa pengerjaannya
terkesan asal-asalan. wartawan Tribunusantara yang datang ke lokasi yang berada di tepi Sungai
Gembong.
Melihat kehadiran beberapa
awak media, pengawas proyek pemukiman kumuh itu seakan tidak terima. Namun setelah dijelaskan maksud kedatangan wartawan ke tempat itu, sang
pengawas pun akhirnya mempersilahkan
wartawan dan LSM Pemantau Kinerja
Aparatur Negara ( Penjara ) segera melakukan Investigasi. Dari hasil
pengamatan terdapat temuan bahwa ketebalan lapisan pasir tidak sesuai
dengan spec. Ketebalan yang seharusnya
10 cm namun dikerjakan dengan ketebalan 5 cm. Hal tersebut dapat memicu amburadulnya
paving pada beberapa tahun mendatang. Karena bantalan pasir tipis sehingga mudah
amblas ke dalam.
Selain ketebalan, LSM Penjara dan Wartawan juga menemukan kejanggalan lain. Yakni, pasir yang digunakan
tidak sesuai standart. Semestinnya pasir halus yang dapat masuk ke celah- celah
paving sehingga paving tertutup rapat celah celahnya. Namun pada proyek
tersebut pasir yang digunakan adalah pasir kasar. Jadi tidak sesuai spec.
Menurut Rita Selaku
Pengawas Proyek tersebut, bahwa pihaknya telah melakukan pekerjaan tersebut
sudah dikerjakan sesuai speckteknya. Saat Lukman Hakim selaku Divisi
Investigasidan Monitoring LSM Penjara melakukan pengukuran ketebalan pasir di
sekitar lokasi tesebut. Rita seakan
tidak terima dan mengatakan,
“ Silahkan lihat, tidak
ada kesalahan pada proyek yang saya awasi ini,
jangan percaya pada Mimin (
Pemberi Informasi .red ), “ kata Rita Selasa (1/11/2016)
Lukman Hakim, menjelaskan
bahwa dirinya hak untuk mengawasi proyek tersebut, karena sudah sesuai dengan
tugas dan fungsinya selaku lembaga Swadaya Masyarakat . “Ini tugas kami dalam
melakukan pengawasan, jadi saya minta anda proaktiv, “ kata Lukman Hakim.
Namun dengan nada emosi
Rita mengatakan , setiap wartawan maupun LSM yang datang kemari seharusya ada
surat perintah maupun surat tugas. “Kalau memang sudah menjadi tugas anda , tolong tunjukan
surat tugasnya,“ kata Rita dengan nada ketus.
Di sela sela itu dirinya
menghubungi temannya meminta bantuan untuk menemui rekan
LSM dan Media. Setelah rekannya datang,
Rita segera bergegas meninggalkan lokasi
tersebut. Sedangkan kepada temannya yang bernama Fajar tersebut. Lukman Hakim mmengutarakan
temuan di lapangan yakni ketebalan pasir dan jenis pasirnya tidak sesuaai speck.
“ Mas tolong sampaikan kepada Bu Rita selaku pengawaas,
kami temukan kejanggalan tentang
ketebalan pasir dan jenis pasirnya. Kami duga tidak sesuai denngan spec, “ kata Lukman Hakim . Fajarpun menampung
masukan tersebut dan akan
disampaikan kepada Rita selaku pengawas
di proyek pemukiman kumuh tersebut. (tim)
editor : nugroho tatag

